Teknik Sipil - Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton
untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan diekeluarkan oleh Badan
Standardisasi Nasional dengan nomor SNI 7394:2008. Sesuai dengan
judulnya SNI maka didalamnya berisi perhitungan harga satuan pekerjaan
beton. Pembaca yang saya
hormati, pada kali ini kami akan sedikit menuliskan bagaimana cara
menghitung dak beton, juga sering disebut plat beton atau bisa disebut
juga plat lantai beton. Kami batasi bahwa yang kami maksud hitungan
bukanlah cara hitung kekuatan dak beton, akan tetapi dari SNI .....
yang akan kami sajikan nantinya kita coba uraikan beberapa informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi anda sekalian. Baiklah langsung saja kita ke TKP, pada SNI 7394:2008 dan lebih tepatnya pada halaman 12 pada poin nomor 6.32 Membuat 1 m3 plat beton bertulang (150 kg besi + bekisting).
yang akan kami sajikan nantinya kita coba uraikan beberapa informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi anda sekalian. Baiklah langsung saja kita ke TKP, pada SNI 7394:2008 dan lebih tepatnya pada halaman 12 pada poin nomor 6.32 Membuat 1 m3 plat beton bertulang (150 kg besi + bekisting).
Analisa Harga Satuan Membuat 1 m3 Plat Beton Bertulang (150 kg besi + bekisting)
Kita lihat table, dalam perhitungan harga satuan plat beton secara garis
besar ada 2 komponen utama yaitu komponen bahan dan komponen tenaga
kerja. Dimana komponen bahan terdiri dari 3 bagain utama yaitu beton,
begisting atau cetakan beton sekaligus perancah (tiang penyangga) dan
komponen bahan yang ketiga adalah besi beton.
Keterangan table:
Tabel 51.2 Tabel Hubungan Kelas Kayu Dengan Berat Jenis
Dari table 51.2 dapat anda ketahu bahwa semakin berat sebuah kayu, maka
semakin baik kayu tersebut. Sedangkan yang dimaksud indeks adalah jumlah
kayu kelas III yang dibutuhkan untuk membuat 1m3 beton, yang dalam hal
ini berarti Untuk membuat 1m3 plat beton dibutuhkan kayu kelas III
sejumlah 0.32 m3.
Paku 5 cm – 12 cm: Kami sangat yakin pada poin ini anda sudah faham.
Yaa…. paku yang dimaksud adalah paku besi yang biasa kita dapatkan
ditoko bahan bangunan, biasanya yang tersedia dipasaran adalah paku
dengan ukuran panjang memakai satuan inch. Yang dimaksud dalam tabel
tersebut berarti adalah dalam membuat 1 m3 plat beton dibutuhkan paku
sejumlah 3.2 kg.
Minyak begisting : Salah satu fungsi utama minyak ini berfungsi agar
begisting tidak menempel dengan kuat pada beton yang sudah dicor,
artinya bahwa tujuan penggunaan minyak ini adalah supaya ketika
pembongkaran begisting setelah selesai pengecoran begisting mudah
dibongkar tidak rusak dan selanjutnya dapat digunakan lagi untuk
pengecoran. Penulis kurang tahu minyak begiting yang tersedia dipasaran
seperti apa dan seberapa mudah didapatkan pada toko-toko bahan bangunan
diwilayah anda. Hanya penulis pernah mengganti minyak begisting ini
dengan oli bekas dicampur`dengan solar, hasilnya menurut penulis tidak
mengecewakan. Artinya dari table ini adalah bahwa dalam membuat 1 m3
plat beton dibutuhkan minyak begisting 1.6 liter.
Besi beton polos : Sudah pernah kita uraikan apa itu besi beton polos,
yang jelas adalah besi beton yang polos adalah tidak bersirip atau ulir
atau deform. Dalam SNI ini tidak disebutkan diameter dari besi tersebut
akan tetapi berapapun diameter yang digunakan berat yang dimaksud adalah
157.5 kg.
PC, PB, KR : Yang dimakasud PC, PB, KR dapat anada lihat di table 51.3.
Artinya PC (semen) bahwa dalam membuat 1 meter kubik plat beton
dibutuhkan semen 336 kg, nah kalau semen 336 kg ini berapa zak, anda
hitung sendiri ya untuk PB dan KR saya yakin anda sudah paham.
Plywood 9 mm : Biasa disebut juga multipleks dengan tebal 9mm, dipasaran
tersedia dengan ukuran 1.2 m x 2.4 m tiap lembarnya. Dolken kayu
galam, f (8-10) cm, panjang 4 m : ini digunakan untuk tiang penyangga
begisting jadi bisa digunakan apapun itu asalkan kuat. Di banyak tempat
untuk tiang penyangga plat ini digunakan bamboo. Tenaga kerja : sama
seperti tulisan kita terdahulu.
Pembaca, kami sangat menyarankan agar anda membaca dahulu SNI 7394:2008,
diharapkan dengan itu bahwa tulisan kami ini dapat dipahami dan dapat
digunakan secara optimal. Terutama sekali baca pada poin nomor 1 dengan
sub judul RUANG LINGKUP (halaman 1) sampai dengan poin nomor 5 dengan
sub judul PERSYARATAN TEKNIS (halaman 3). Secara garis besar sebagaimana
tulisan kita terdahulu, kami sajian dulu SINGKATAN ISTILAH.
Kolom (a), (b), dan (c)merupakan bersumber dari SNI 7394:2008 dan yang diperlukan setelah ini adalah kolom (d) dan Kolom (e).
Harga satuan (d): merupakan harga masing-masing komponen penyusun
pembuatan plat beton. Pada table harga satuan ini hanya pemisalan dari
penulis, sedangkan yang harus anda lakukan adalah mengganti harga
satuan tersebut di atas dengan harga satuan di daerah dimana anda
mengerjakan rumah yang tentu saja bervariasi tergantung dimana anda akan
membangun rumah. Harga (e): merupakan hasil perkalian indeks volume
pekerjaan(c) dengan harga satuan (d)
Total harga merupakan biaya keseluruhan biaya yang diperlukan untuk
membuat 1 meter kubik plat beton sampai jadi, dimana hal ini juga
berarti sampai dengan pembongkaran begisting (cetakan beton). Pada
didapatlkan harga plat beton tiap meter kubik Rp 4.067.055
Tentu saja hal ini dengan asumsi bahwa harga satuan material dan tenaga
sesuai dengan yang tercantum di kolom (d) dan besi yang dibutuhkan
adalah 157.5kg.
Sumber : http://sipilworld.blogspot.com/2013/04/contoh-perhitungan-rab-plat-beton.html
Sumber : http://sipilworld.blogspot.com/2013/04/contoh-perhitungan-rab-plat-beton.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar