- Beton Hampa
- Beton Massa
- Beton Non Pasir
- Ferossemen
- Beton Mortar
- Beton Khusus
- Beton Serat
Pada dasarnya dinding ferro semen bersifat kaku dan permanent, tetapi karena ringannya maka menjadi tahan terhadap gempa, sebab pada waktu terjadi goyangan, dinding ini ikut bergoyang bersama-sama dengan bingkainya yang berupa kolom-kolom kokoh.
BETON HAMPA adalah
beton yang setelah diaduk dan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa,
air sisa reaksi disedot dengan cara khusus, disebut vakum (vaccum method). Air
yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton
yang diperoleh sangat kuat.
BETON NON PASIR adalah bentuk sederhana dari jenis betonringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan
bagian halus agregat padapembuatan
beton. Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkansuatu sistem
berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massabeton, serta
berkurangnya berat jenis beton
Beton
non pasir (no-fines concrete) merupakan beton yang terbuat dari semen, air dan
kerikil, tanpa pasir, karena tanpa pasir maka rongga-rongga antara butir
kerikil tidak terisi oleh butir–butir pasir. Rongga tersebut mengakibatkan
berat jenis beton menjadi lebih ringan. Beton non pasir umumnya digunakan pada non struktural
seperti pagar, rabat beton, batako.
Beton non pasir lebih menonjolkan estetikanya dan hanya menggunakan sedikit
semen yaitu karena untuk melapisi permukaan agregat kasar saja. Salah satu cara
pembuatan beton ringan ialah dengan membuat beton non-pasir (no-fines concrete)
yang terdiri dari campuran air, semen portland dan kerikil/agregat kasar (Neville,
1975 dalam Tjokrodimuljo dan Sumartono 1993) dengan demikian beton non-pasir
merupakan suatu gumpalan butir-butir kerikil yang saling melekat karena
terlapisi oleh pasta semen dengan ketebalan sekitar 1,3 mm serta adanya rongga
diantara butiran mengakibatkan kekuatan beton berkurang. Akan tetapi beton
tersebut memiliki berat jenis yang rendah, sehingga tidak mudah menghantarkan
panas walaupun mudah lolos air (Tjokrodimuljo K, dan Sumartono 1993).
BETON KHUSUS
Dikatakan beton khusus karena:
- Kondisi Lingkungan
- Jumlah
- Bahan penambah
- Sifat Beton Setelah mengering