Laman

Minggu, 13 April 2014

Macam-macam Beton

Macam-macam beton :
  1. Beton Hampa
  2. Beton Massa
  3. Beton Non Pasir
  4. Ferossemen
  5. Beton Mortar
  6. Beton Khusus
  7. Beton Serat
FEROSSEMEN adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatutulangan berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktilitas padamortar semen
Dinding fero semen dibuat dari bahan campuran semen dan pasir dengan tulangan kawat kasa. Kawat kasa berfungsi sebagai pengikat campuran supaya tidak jatuh atau runtuh. Kawat tersebut diikatkan pada kolom sebagai bingkai dengan paku-paku yang kuat yang disiapkan sebelum kolom dicor. Sedangkan campuran berfungsi sebagai pengisi agar tidak tembus pandang. Paduan kedua bahan ini menjadi satu kesatuan berupa dinding yang berfunsi sebagai pembatas antara ruangan satu dengan ruang lainnya.
Pada dasarnya dinding ferro semen bersifat kaku dan permanent, tetapi karena ringannya maka menjadi tahan terhadap gempa, sebab pada waktu terjadi goyangan, dinding ini ikut bergoyang bersama-sama dengan bingkainya yang berupa kolom-kolom kokoh.

BETON HAMPA adalah beton yang setelah diaduk dan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa, air sisa reaksi disedot dengan cara khusus, disebut vakum (vaccum method). Air yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat.

BETON NON PASIR adalah bentuk sederhana dari jenis betonringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian halus agregat padapembuatan beton. Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkansuatu sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massabeton, serta berkurangnya berat jenis beton
Beton non pasir (no-fines concrete) merupakan beton yang terbuat dari semen, air dan kerikil, tanpa pasir, karena tanpa pasir maka rongga-rongga antara butir kerikil tidak terisi oleh butir–butir pasir. Rongga tersebut mengakibatkan berat jenis beton menjadi lebih ringan. Beton non pasir  umumnya digunakan pada non struktural seperti  pagar, rabat beton, batako. Beton non pasir lebih menonjolkan estetikanya dan hanya menggunakan sedikit semen yaitu karena untuk melapisi permukaan agregat kasar saja. Salah satu cara pembuatan beton ringan ialah dengan membuat beton non-pasir (no-fines concrete) yang terdiri dari campuran air, semen portland dan kerikil/agregat kasar (Neville, 1975 dalam Tjokrodimuljo dan Sumartono 1993) dengan demikian beton non-pasir merupakan suatu gumpalan butir-butir kerikil yang saling melekat karena terlapisi oleh pasta semen dengan ketebalan sekitar 1,3 mm serta adanya rongga diantara butiran mengakibatkan kekuatan beton berkurang. Akan tetapi beton tersebut memiliki berat jenis yang rendah, sehingga tidak mudah menghantarkan panas walaupun mudah lolos air (Tjokrodimuljo K, dan Sumartono 1993).

BETON KHUSUS 
Dikatakan beton khusus karena:
  1. Kondisi Lingkungan
  2. Jumlah
  3. Bahan penambah
  4. Sifat Beton Setelah mengering